JATENGEKSPOS.COM – Disaat lonjakan kasus kebakaran di Kota Semarang meningkat tajam, lima unit armada milik Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) justru tidak dapat beroperasi akibat kebijakan efisiensi anggaran 2026.
Kondisi tersebut membuat Damkar Kota Semarang mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kota Semarang agar lima armada yang terdampak efisiensi bisa kembali aktif, demi menjaga kecepatan layanan penanganan kebakaran.
Sekretaris Damkar Kota Semarang, Ade Bhakti, mengatakan pihaknya telah menyampaikan kajian resmi kepada Wali Kota Semarang terkait kebutuhan pengoperasian kembali armada tersebut.
“Kami sudah mengajukan memo kepada Ibu Wali Kota. Harapan kami lima kendaraan yang terdampak efisiensi dapat kembali digunakan untuk operasional karena kebutuhan pelayanan masyarakat semakin meningkat,” kata Ade.
Menurutnya, tren kebakaran mengalami lonjakan signifikan sejak memasuki musim kemarau. Jika pada Januari hingga Mei rata-rata hanya terjadi 11 hingga 12 kebakaran setiap bulan, jumlah tersebut melonjak drastis menjadi 44 kejadian pada Juni.
Situasi itu terus berlanjut pada Juli. Bahkan sebelum bulan berakhir, jumlah kebakaran sudah mendekati 50 kasus atau rata-rata lebih dari dua kejadian setiap hari.
“Data dua bulan terakhir menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Dengan kondisi seperti ini, kebutuhan armada operasional tentu semakin besar,” katanya.
Ade menjelaskan anggaran Damkar Kota Semarang tahun 2026 mencapai sekitar Rp41 miliar. Namun sebagian besar anggaran terserap untuk belanja pegawai yang berjumlah sekitar 330 personel beserta gaji dan tunjangannya.
Akibatnya, anggaran yang tersedia untuk operasional, perawatan kendaraan, hingga pengadaan peralatan hanya tersisa sekitar Rp6 miliar.
Meski lima armada tidak dioperasikan, Ade memastikan seluruh kendaraan tetap dirawat sesuai standar operasional. Pemeriksaan dilakukan setiap pergantian sif untuk memastikan kendaraan selalu dalam kondisi siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.
“Armada tetap kami panaskan setiap hari. Lampu, sirene, pompa, wiper hingga seluruh komponen selalu diperiksa. Jadi kendaraan bukan rusak atau mangkrak, hanya sementara tidak digunakan untuk operasional,” jelasnya.
Ia menegaskan keterbatasan armada tidak mengurangi komitmen petugas dalam memberikan pelayanan. Damkar tetap mampu menangani sejumlah kebakaran besar, termasuk insiden kebakaran Pasar Kanjengan yang melibatkan delapan unit mobil pemadam.
Selain memadamkan api, Damkar juga memperkuat langkah pencegahan. Hingga pertengahan Juli 2026, lebih dari 800 gedung telah diperiksa dari target 1.500 gedung dalam satu tahun.
Program edukasi pencegahan kebakaran juga terus diperluas. Saat ini sekitar 18 ribu warga telah mengikuti sosialisasi dari target 30 ribu peserta sepanjang tahun.
“Kami ingin memperkuat upaya pencegahan. Harapannya, masyarakat semakin sadar sehingga risiko kebakaran bisa ditekan dan kendaraan tidak harus sering keluar garasi,” kata Ade.
Di sisi lain, beban kerja Damkar tidak hanya berasal dari kebakaran. Penanganan kejadian nonkebakaran juga terus meningkat.
Hingga Juli 2026, Damkar telah menangani sekitar 1.700 laporan nonkebakaran, mulai dari evakuasi ular, penyelamatan hewan, hingga berbagai kondisi darurat lainnya. Jumlah itu sudah melampaui capaian pada tahun-tahun sebelumnya.
Sebagai upaya memperkuat pelayanan, Pemerintah Kota Semarang telah menambah tiga kendaraan baru tahun ini.
Armada tersebut terdiri atas satu kendaraan rescue, satu mobil pemadam berkapasitas 800 liter untuk menjangkau permukiman padat, serta satu kendaraan edukasi untuk kegiatan sosialisasi.
Meski demikian, Damkar menilai penambahan armada baru belum mampu menggantikan kebutuhan operasional lima kendaraan yang masih terdampak efisiensi anggaran.
Ade berharap dunia usaha ikut mengambil peran melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Dukungan tersebut dinilai penting untuk memperkuat sistem proteksi kebakaran, terutama di kawasan industri dan pusat kegiatan ekonomi yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi.
“Kami berharap perusahaan juga ikut berpartisipasi menyediakan sarana proteksi kebakaran. Sinergi semua pihak sangat diperlukan agar keselamatan masyarakat bisa semakin terjamin,” pungkasnya.








