JATENGEKSPOS.COM – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mengubah identitas visual partai dengan menggunakan logo kepala singa. Perubahan tersebut dilakukan menjelang Pemilu 2029 dan menjadi bagian dari penataan kembali atribut serta identitas organisasi di seluruh tingkatan kepengurusan.
Ketua Tim Task Force Partai Hanura, Patrice Rio Capella, mengatakan penggunaan logo baru akan diterapkan secara bertahap, mulai dari struktur pusat hingga tingkat ranting. Perubahan tidak hanya dilakukan pada logo, tetapi juga berbagai atribut yang selama ini menggunakan identitas lama partai.
“Hanura mengubah semua atribut, termasuk logo dengan new brand menjadi singa. Kami instruksikan seluruh jajaran dari pusat hingga ranting satu komando memakai branding baru ini,” ujar Rio dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Rio memimpin konsolidasi dan rapat teknis Tim Task Force Partai Hanura di Provinsi Bengkulu, Kamis (27/8/2026).
Rio menjelaskan pemilihan kepala singa sebagai logo baru memiliki sejumlah makna yang ingin ditonjolkan Hanura. Di antaranya kekuatan, keberanian, ketangguhan, keseriusan, serta kemampuan mengambil keputusan.
“Logo singa filosofinya melambangkan kekuatan, semangat, keberanian mengambil keputusan, tangguh, dan punya daya tarung,” katanya.
Perubahan identitas tersebut juga diarahkan untuk membangun kembali kepercayaan diri kader setelah Hanura menghadapi hasil pemilu sebelumnya. Menurut Rio, simbol baru diharapkan dapat menjadi bagian dari proses konsolidasi internal sekaligus memberikan semangat kepada kader dalam menghadapi persaingan politik menuju 2029.
Ia menyebut perubahan logo diharapkan dapat ikut memengaruhi cara berpikir kader agar lebih optimistis menghadapi pemilu mendatang. Namun, perubahan identitas visual tersebut merupakan salah satu bagian dari upaya internal partai dan bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan dalam kontestasi politik.
“Saya yakin ini berpengaruh. Mindset atau cara berpikir kader pun berubah. Ada keyakinan dan optimisme di kalangan kader, kita bisa bangkit kembali pada Pemilu 2029,” ujar Rio.
Penerapan logo kepala singa akan dilakukan secara bertahap karena sejumlah atribut lama masih digunakan oleh jajaran partai. Proses penggantian membutuhkan waktu untuk penyesuaian desain hingga pencetakan berbagai perlengkapan organisasi.
Rio mengatakan masa transisi tersebut merupakan hal yang wajar dalam proses perubahan identitas sebuah organisasi. Hanura menargetkan penggunaan logo baru telah diterapkan secara menyeluruh paling lambat pada awal 2027.
“Perlu proses karena masih transisi, memerlukan waktu pencetakan dan sebagainya. Tapi paling lambat awal 2027, semua sudah singa,” katanya.
Perubahan logo ini menjadi bagian dari penataan organisasi Hanura menjelang Pemilu 2029. Selain pembaruan identitas visual, konsolidasi struktur partai di berbagai daerah menjadi agenda yang dilakukan untuk mempersiapkan kader menghadapi tahapan politik berikutnya.
Bagi Hanura, logo baru diharapkan menjadi simbol dari upaya membangun kembali semangat internal partai. Sementara efektivitas perubahan tersebut dalam meningkatkan posisi politik Hanura akan sangat bergantung pada konsolidasi organisasi, kerja politik kader, serta respons masyarakat menjelang Pemilu 2029.(rd)











