JATENGEKSPOS.COM – Pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dialami ratusan pekerja PT Victory Apparel Semarang menjadi perhatian Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Semarang.
Disnaker tidak hanya mendorong perusahaan menyelesaikan hak para pekerja, tetapi juga menyiapkan langkah lanjutan agar pekerja yang kehilangan pekerjaan memiliki kesempatan untuk kembali mendapatkan penghasilan.
Kepala Disnaker Kota Semarang Sutrisno mengatakan, terdapat 846 pekerja PT Victory Apparel yang terdampak penghentian operasional perusahaan.
Pemerintah menargetkan penyelesaian seluruh hak pekerja dilakukan sebelum kontrak perusahaan berakhir pada awal Oktober 2026.
“Sudah sepakat antara pekerja, kemudian pemilik yang ada dari China itu sudah lewat Zoom. Sudah dua kali saya ketemu, sudah menyepakati sesuai dengan regulasi batas minimum,” ujar Sutrisno.
Menurutnya, kesepakatan antara perusahaan dan pekerja telah mengacu pada ketentuan yang berlaku. Besaran hak yang diterima masing-masing pekerja berbeda, menyesuaikan kondisi dan masa kerja.
Sebagai gambaran, ada pekerja yang mendapatkan hak sekitar Rp40 juta, sementara pekerja lainnya menerima sekitar Rp6 juta.
Pembayaran Dilakukan Bertahap
Sutrisno menjelaskan, proses penyelesaian hak pekerja dilakukan secara bertahap.
Sekitar 200 pekerja telah menyelesaikan proses tersebut. Disnaker menargetkan sekitar 200 pekerja berikutnya dapat menyelesaikan proses pada pekan ini.
Dengan skema tersebut, pemerintah berharap seluruh proses dapat dirampungkan pada pertengahan September 2026, sebelum kontrak perusahaan berakhir pada awal Oktober.
Disnaker juga terus memfasilitasi komunikasi dengan pemilik perusahaan yang berada di China. Komunikasi melalui Zoom masih terbuka untuk membahas perkembangan penyelesaian hak pekerja.
Selain hak PHK dari perusahaan, Disnaker berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan pekerja mendapatkan hak lain yang menjadi bagian dari program jaminan sosial ketenagakerjaan, termasuk Jaminan Hari Tua (JHT).
Kasus Victory Apparel menambah daftar pekerja yang terdampak PHK di Kota Semarang sepanjang 2026.
Selain 846 pekerja Victory Apparel, terdapat sekitar 448 pekerja yang terdampak PHK normatif karena berakhirnya masa kontrak.
Kondisi tersebut menunjukkan tantangan ketenagakerjaan masih cukup besar. Namun, di sisi lain, pasar kerja di Kota Semarang masih bergerak.
Sutrisno mengatakan, Disnaker tetap membuka akses informasi lowongan kerja bagi masyarakat. Rekrutmen rutin bahkan berlangsung setiap Rabu dan Kamis dengan kebutuhan tenaga kerja yang bisa mencapai hampir 1.000 orang.
Kegiatan bursa kerja juga terus dilakukan untuk mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
“Pasar masih ada. Rekrutmen setiap Rabu dan Kamis hampir 1.000, job fair juga hampir 1.000,” jelasnya.
Pekerja Terdampak Disiapkan Pelatihan
Disnaker Kota Semarang juga menyiapkan program pelatihan bagi pekerja terdampak PHK, terutama mereka yang merupakan warga Kota Semarang.
Pelatihan diarahkan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membuka peluang bagi pekerja untuk beralih profesi maupun mengembangkan usaha mandiri.
Sementara bagi pekerja yang ingin kembali masuk dunia kerja, Disnaker berupaya memberikan informasi mengenai lowongan yang tersedia.
Langkah tersebut dinilai penting karena tidak semua pekerja yang terkena PHK dapat langsung memperoleh pekerjaan baru.
Di tengah kondisi ekonomi global yang masih penuh tantangan, potensi PHK juga masih terbuka di sejumlah sektor. Berkurangnya pesanan, berakhirnya kontrak, hingga kondisi geopolitik global dapat memengaruhi aktivitas produksi perusahaan.
Termasuk sektor outsourcing yang sangat bergantung pada kontrak kerja dengan perusahaan pengguna.
Sutrisno menegaskan Disnaker akan terus menjaga komunikasi dengan perusahaan maupun pekerja.
Informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja, lowongan, pelatihan, hingga berbagai program ketenagakerjaan akan terus disampaikan kepada pekerja yang terdampak.
Upaya tersebut diharapkan dapat membantu pekerja melewati masa transisi setelah PHK.
Bagi Disnaker, penyelesaian kasus Victory Apparel bukan hanya persoalan pembayaran hak, tetapi juga memastikan pekerja memiliki akses terhadap peluang untuk kembali bekerja atau memperoleh sumber pendapatan baru.
Dengan target penyelesaian hak pada pertengahan September, pemerintah berharap proses PHK 846 pekerja Victory Apparel dapat segera memasuki tahap akhir dan memberikan kepastian bagi para pekerja sebelum perusahaan mengakhiri operasionalnya pada awal Oktober 2026.(rd)










