JATENGEKSPOS.COM – Kehadiran kafilah MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang dimanfaatkan Pemerintah Kota Semarang untuk memperkenalkan beragam destinasi wisata, sejarah, budaya hingga konsep wisata ramah muslim.
Melalui program city tour yang digelar 16–19 September 2026, para peserta MTQ dari berbagai daerah diajak menikmati sejumlah destinasi unggulan Kota Semarang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan wajah Semarang di luar arena perlombaan.
Kepala Bidang Industri Pariwisata Disbudpar Kota Semarang, Deasy Ismalia, mengatakan terdapat tiga pilihan program city tour yang disiapkan bagi para kafilah.
“Ada tiga program yang kita tawarkan kepada peserta MTQ, mereka bisa menikmati program kunjungan ke wisata bersejarah, desa wisata, dan muter-muter Semarang,” ujarnya.
Tiga Pilihan City Tour Kafilah
Program pertama berupa wisata sejarah dengan tujuan Lawang Sewu, Sam Poo Kong, Museum Kota Lama, Alun-Alun Semarang, Masjid Kauman hingga kawasan Kota Lama.
Program kedua dikemas melalui Kafilah Dolan, yang mengajak peserta mengunjungi Desa Wisata Kandri dan Goa Kreo. Desa Wisata Kandri juga telah ditetapkan sebagai Desa Wisata Ramah Muslim sekaligus menjadi proyek percontohan wisata ramah muslim di Jawa Tengah.
Sementara program ketiga adalah Kafilah Mubeng-Mubeng Kota Semarang. Peserta diajak berkeliling kota, antara lain menuju Alun-Alun Semarang dan kawasan Kota Lama.
Keberangkatan city tour dilakukan dari Balai Kota Semarang mulai pukul 15.00 WIB. Pemkot Semarang menyiapkan bus tingkat milik Dishub serta shuttle bus untuk mendukung mobilitas peserta.
Pendaftaran dilakukan melalui tautan dan barcode yang disediakan panitia. Koordinasi dengan liaison officer (LO) juga dilakukan secara jemput bola ke sejumlah venue MTQ.
Pada keberangkatan pertama, sekitar 70 peserta mengikuti city tour. Kafilah asal Papua Barat Daya dan Sulawesi Tenggara menjadi dua kelompok yang cukup banyak mengikuti program tersebut.
Deasy mengatakan city tour tersebut tidak hanya menjadi sarana rekreasi bagi peserta setelah mengikuti rangkaian MTQ, tetapi juga kesempatan untuk memperkenalkan potensi Kota Semarang.
“Kita ingin memanfaatkan momentum MTQ Nasional untuk memperkenalkan potensi wisata, sejarah, budaya, sekaligus keramahan Kota Semarang kepada ribuan kafilah dan pendamping dari berbagai daerah,” katanya.
Peserta MTQ Terpikat Destinasi Semarang
Antusiasme juga terlihat dari peserta MTQ yang baru pertama kali datang ke Semarang. Zada, peserta cabang Fahmil Qur’an asal Yogyakarta, mengaku terkesan dengan berbagai fasilitas dan kegiatan yang tersedia selama berada di Kota Semarang.
“Bagus. Fasilitas-fasilitasnya banyak, banyak sekali acara yang menarik,” ujarnya.
Ia juga tertarik mengunjungi Kota Lama dan Lawang Sewu.
Peserta lainnya, Nala dari cabang Tafsir Kontemporer, juga baru pertama kali berkunjung ke Semarang. Ia mengaku nyaman dan melihat banyak tempat menarik yang bisa dieksplorasi.
“Baru pertama kali, tapi saya senang karena nyaman dan banyak tempat yang unik untuk dieksplorasi,” katanya.
Melalui city tour tersebut, Pemkot Semarang berharap momentum MTQ Nasional XXXI tidak hanya meninggalkan pengalaman kompetisi bagi para kafilah, tetapi juga memperkenalkan kekayaan wisata, sejarah dan budaya Kota Semarang kepada para peserta dari berbagai daerah.(rd)









