Ikon Kota Semarang Dipoles, Simpang Lima Akan Tampil Lebih Hijau dan Bebas Genangan

A-AA+A++

JATENGEKSPOS.COM – Pemerintah Kota Semarang mempercepat revitalisasi kawasan Simpang Lima dengan sejumlah pekerjaan fisik yang menyasar ruang publik, sistem drainase, hingga penataan pedagang kaki lima (PKL). Pembenahan dilakukan untuk menghadirkan kawasan yang lebih nyaman, tertata, sekaligus mengurangi potensi genangan saat musim hujan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, mengatakan tahap awal revitalisasi difokuskan di sisi utara kawasan Simpang Lima, tepatnya dari Letter L Pos Polisi. Area tersebut akan mendapat wajah baru melalui penggantian lantai dan pembangunan taman berkonsep terbuka.

“Konsep taman akan dibuat lebih rendah dan terbuka sehingga kawasan terlihat lebih luas, rapi, dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Suwarto, Senin (6/7).

Pembangunan taman menjadi tanggung jawab Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), sedangkan penataan kawasan kuliner dan shelter PKL dilakukan oleh Dinas Perdagangan.

Selama proses renovasi shelter berlangsung, para pedagang akan direlokasi sementara ke area bekas taman yang telah dipersiapkan pemerintah.

Menurut Suwarto, langkah tersebut diambil agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa menghambat proses revitalisasi kawasan.

Selain penataan PKL, Pemkot juga akan membenahi area depan eks Matahari yang selama ini masih terdapat shelter pedagang yang sudah tidak dimanfaatkan secara optimal.

Tak hanya mempercantik kawasan, revitalisasi juga menyasar infrastruktur pengendali banjir. DPU saat ini melakukan normalisasi saluran drainase melalui pengerukan sedimen dan pemasangan grill besi agar sampah tidak menyumbat aliran air.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemerintah Kota Semarang telah merencanakan pembangunan pompa air pada 2027 untuk meningkatkan kapasitas pengendalian genangan di kawasan Simpang Lima.

“Kami ingin Simpang Lima tidak hanya menjadi kawasan yang indah dipandang, tetapi juga lebih nyaman dan bebas genangan ketika hujan turun,” kata Suwarto.

Melalui revitalisasi bertahap tersebut, Simpang Lima diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai ikon Kota Semarang sekaligus ruang publik yang representatif bagi warga dan wisatawan.(rd)

Terkait Tag

Terkait Katagori