Simpang Lima Jadi Sorotan Jelang MTQ Nasional, Proyek Drainase Masih Berjalan

A-AA+A++

JATENGEKSPOS.COM – Kota Semarang bersiap menyambut pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI. Namun, di tengah persiapan tersebut, salah satu ikon Kota Semarang, kawasan Simpang Lima, masih terlihat dalam proses pengerjaan proyek drainase dan penataan taman.

Kondisi itu menjadi perhatian DPRD Kota Semarang. Pasalnya, Simpang Lima merupakan salah satu kawasan strategis yang berpotensi menjadi titik pergerakan peserta maupun tamu selama pelaksanaan MTQ Nasional.

Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Dini Inayati, meminta Pemerintah Kota Semarang memastikan aktivitas proyek drainase tidak mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat maupun para tamu yang datang.

“Simpang Lima ini menjadi wajah Kota Semarang. Karena itu, konstruksi yang sedang dilaksanakan harus diantisipasi agar tidak mengganggu pelaksanaan MTQ, terutama dari sisi keamanan dan kenyamanan,” ujar Dini.

Jangan Sampai Proyek Mengganggu Agenda Nasional

Dini memahami proyek drainase tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menangani persoalan banjir. Namun, waktu pelaksanaan pekerjaan yang berdekatan dengan MTQ Nasional membutuhkan perhatian lebih.

Terlebih, agenda MTQ akan menghadirkan peserta dan tamu dari berbagai daerah. Kondisi kawasan Simpang Lima pun harus dipastikan tetap aman, tertata dan mudah diakses.

Menurut Dini, proyek tersebut telah masuk dalam APBD 2026 dan sebelumnya telah disepakati dalam pembahasan anggaran antara Pemkot Semarang dan DPRD.

Artinya, pekerjaan tidak dapat begitu saja dihentikan. Yang menjadi perhatian saat ini adalah bagaimana proyek tetap berjalan tanpa mengganggu agenda MTQ.

Ada sejumlah hal yang diminta DPRD untuk mendapat perhatian serius.

Area galian dan pekerjaan konstruksi harus diberi pengamanan yang memadai. Material proyek maupun lubang pekerjaan jangan sampai membahayakan warga dan peserta MTQ.

Selain itu, faktor cuaca juga menjadi perhatian. Jika hujan turun saat pelaksanaan kegiatan, pemerintah harus memastikan pekerjaan drainase tidak justru menyebabkan munculnya genangan baru.

“Jangan hanya mengejar pekerjaan fisiknya selesai. Keamanan, kenyamanan, PKL, sampai potensi genangan juga harus dikelola,” kata Dini.

PKL Juga Harus Mendapat Perhatian

Kawasan Simpang Lima tidak hanya menjadi ruang publik, tetapi juga menjadi tempat masyarakat menjalankan aktivitas ekonomi.

Dini meminta keberadaan pedagang kaki lima (PKL) ikut diperhitungkan dalam penataan kawasan menjelang MTQ.

Menurutnya, kehadiran peserta dan tamu dalam jumlah besar sebenarnya dapat menjadi peluang bagi pedagang untuk memperoleh tambahan penghasilan.

Jika pekerjaan proyek berdampak terhadap akses menuju shelter PKL, pemerintah diminta menyediakan solusi yang tidak merugikan pedagang.

“Ini momen para PKL mremo karena event nasional dan akan banyak orang datang ke Semarang. Ini jadi kesempatan mendongkrak ekonomi di Semarang. Jangan sampai mereka terlantar,” ujarnya.

DPU Percepat Pekerjaan

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, memastikan proyek tetap dilaksanakan karena telah masuk dalam APBD 2026.

“Kalau penganggaran 2026 sudah masuk sejak 2025, maka harus dilaksanakan. Jadi kegiatan itu tidak bisa dibatalkan,” kata Suwarto.

Meski demikian, DPU telah melakukan percepatan pekerjaan untuk menyesuaikan kondisi di lapangan menjelang MTQ Nasional.

Pekerjaan saluran dan gorong-gorong telah dilakukan. Sejumlah bagian yang sebelumnya terbuka juga telah dilakukan pengurugan untuk mengurangi risiko genangan ketika hujan.

“Sudah dilakukan pengurugan untuk meminimalisasi kalau ada hujan. Gorong-gorong juga sudah masuk semuanya,” jelasnya.

Pengawasan Diperkuat Saat MTQ

Suwarto menambahkan, pengawasan terhadap kawasan proyek akan diperkuat selama pelaksanaan MTQ Nasional.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan area konstruksi tidak membahayakan masyarakat, mengingat jumlah peserta dan tamu yang datang ke Kota Semarang diperkirakan cukup besar.

Dengan pekerjaan yang tetap berjalan hingga akhir masa kontrak, perhatian kini tertuju pada kemampuan Pemkot Semarang mengatur kawasan Simpang Lima agar pembangunan drainase tetap berlangsung, sementara pelaksanaan MTQ Nasional dapat berjalan aman, nyaman dan lancar.(rd)

Terkait Tag

Terkait Katagori