Petugas Dispendukcapil Diduga Main Game Saat Ramai Pelayanan, Kepala Dinas Buka Suara

A-AA+A++


JATENGEKSPOS.COM – Baru-baru ini ramai di media sosial bahwa petugas layanan di Kantor Dinas Kependudukan dan pencatatan SIpil (Dispendukcapil) Kota Semarang diduga main game di komputer saat ramai pelayanan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dispendukcapil Kota Semarang Yudi Hardianto Wibowo menjelaskan bahwa yang sebenarnya terjadi di area pelayanan.
Yudi menjelaskan bahwa komputer yang dimaksud bukan berada di bagian pelayanan umum yang melayani antrean panjang untuk penerbitan dokumen seperti akta, surat pindah, atau perubahan biodata. Komputer tersebut berada di bagian IKD (Identitas Kependudukan Digital) Corner yang bertugas membantu masyarakat melakukan aktivasi identitas penduduk.

Petugas yang berada di meja tersebut merupakan anak magang yang diperbantukan khusus untuk membantu proses aktivasi IKD. Karena pemohon aktivasi IKD tidak datang terus-menerus dan tidak ada antrian panjang di layanan IKD, maka komputer tersebut sering berada dalam posisi menganggur.

‘Dalam media sosial itu nampak yang diduga main game adalah di layanan IKD corner jadi bukan yang melayani antrean panjang di penerbitan dokumen, dan yang mengoperasikan itu anak magang. Jadi karena yang datang ke IKD corner itu tidak seramai layanan lain, makanya komputer sering dalam kondisi nganggur,” kata Yudi, Selasa (30/6/2026).

Yudi mengatakan, sesuai dengan standar keamanan informasi ISO 27001, sistem komputer di lingkungan tersebut, khususnya di bagian IKD, memiliki fitur penguncian otomatis (time out) yang sangat cepat demi menjaga keamanan data dari potensi pembobolan sistem.

Jika komputer tidak digunakan atau tidak ada aktivitas selama 30 detik, sistem akan otomatis melakukan log out. Hal ini berbeda dengan komputer pelayanan kependudukan lainnya yang memiliki waktu time out sekitar 60 detik atau bahkan berjalan non-stop tanpa pernah keluar dari aplikasi karena terus-menerus digunakan.

Yudi menjelaskan untuk menghindari keharusan melakukan login berulang kali setiap kali ada pemohon baru yang datang setelah jeda lebih dari 30 detik, anak magang tersebut berinisiatif membuka halaman game.

Halaman game tersebut dibuka dan diklik secara berkala hanya sebagai alat bantu agar sistem mendeteksi adanya aktivitas sehingga komputer tidak mengalami time out atau lock out otomatis.

Ia menegaskan bahwa game tersebut sama sekali tidak dimainkan untuk bersenang-senang, melainkan murni untuk mengakali sistem keamanan agar tetap aktif. Hal ini juga terlihat dari tidak adanya gerakan tangan aktif layaknya orang yang sedang bermain game.

“jadi biar tidak otomatis lock out maka dibuka halaman lain, dan kebetulan membuka halaman game, tapi sama sekali tidak dimainkan, kan tangan anak magang itu juga tidka terlihat aktif bergerak memainkan game, itu Cuma buat mengakali saja,” ujarnya.

Guna menghindari kesalahpahaman dan pandangan negatif dari masyarakat yang tidak mengetahui sistem teknis tersebut, pihak Dispendukcapil langsung melakukan evaluasi dan mencari solusi alternatif.

Ke depannya, metode menjaga agar komputer tidak lock out akan diubah. Petugas akan membuatkan sistem di mana komputer menampilkan dokumen yang bergerak terus-menerus. Dengan demikian, fungsi pencegahan lock out tetap berjalan, namun tampilan di layar komputer akan terlihat seperti petugas yang sedang menghadapi dokumen pekerjaan, bukan halaman game.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan online dari rumah seperti menggunakan aplikasi S’Dnok atau mengaktifkan IKD, sehingga tidak perlu datang langsung ke kantor.

Saat ini, meskipun kantor terlihat padat dengan sekitar 300 orang yang datang berdasarkan nomor antrean per hari, Dispendukcapil sebenarnya menyelesaikan sekitar 1.500 dokumen setiap harinya. Ini berarti ada sekitar 1.200 dokumen milik warga yang diselesaikan secara online tanpa mereka harus datang ke kantor. Layanan yang diajukan pada hari biasa pun dipastikan selesai pada hari yang sama.

Terkait Tag

Terkait Katagori