Sebagai Panduan Pendidikan Karakter Anak, Lies Iswar Aminuddin Usul Handbook Jawani

A-AA+A++

JATENGEKSPOS.COM – Pendidikan karakter akan lebih efektif apabila dilengkapi dengan panduan yang berisi contoh penerapan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari.

Demikian diungkapkan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Semarang, Listyati Purnama Rusdiana saat memperkenalkan Handbook Jawani dalam Focus Group Discussion (FGD) Pengasuhan dan Stimulasi Dini Anak yang diselenggarakan Tanoto Foundation di Semarang, Jumat (26/6/2026).

Wanita yang akrab disapa Lies Iswar Aminuddin ini mengusulkan adanya penyusunan handbook atau buku panduan pendidikan karakter sebagai pedoman bagi guru dan orang tua.

Menurutnya, dengan handbook ini harapannya bisa memperkuat implementasi pendidikan karakter yang selama ini dinilai masih banyak berfokus pada teori.

Pendidikan karakter, lanjut Lies, akan lebih efektif apabila dilengkapi panduan yang berisi contoh penerapannya.

“Jadi membahas karakter itu tidak hanya teori, tetapi perlu ada praktiknya. Semoga handbook ini bisa bekerja sama dengan Tanoto Foundation sehingga dapat terwujud,” ujar Lies.

Ia menjelaskan, buku panduan tersebut akan mengangkat konsep karakter Jawani, yaitu nilai-nilai karakter yang berakar dari budaya dan kearifan lokal masyarakat Jawa Tengah.

Menurut dia, karakter Jawani dipilih karena mengandung nilai-nilai luhur yang dapat membentuk sikap, kebiasaan, dan perilaku positif anak sejak usia dini.

“Itu yang menjadi tolak ukur, sehingga nanti kita lebih fokus menentukan mana yang menjadi prioritas untuk diterapkan, apakah karakter Jawani atau nilai lain yang memang perlu diperkuat,” katanya.

Dia menambahkan, implementasi karakter Jawani tidak hanya menyasar kader PKK, tetapi juga akan diperluas ke lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD). Guru PAUD dinilai memiliki peran strategis dalam membangun karakter anak sejak masa awal pertumbuhan.

Melalui handbook tersebut, guru diharapkan memiliki panduan yang jelas mengenai nilai-nilai karakter yang harus diajarkan beserta indikator penerapannya.

“Kalau ada handbook, karakternya sudah jelas, misalnya ada 18 karakter yang harus dilaksanakan semua. Nanti juga ada ceklis agar guru bisa melihat mana yang sudah diajarkan, mana yang perlu ditingkatkan lagi,” jelasnya.

Lies menegaskan setiap nilai karakter memiliki peran penting sehingga tidak boleh diabaikan, termasuk kejujuran yang menjadi fondasi pembentukan perilaku anak.

“Jangan sampai ada karakter yang terlepas. Misalnya kejujuran, itu sangat penting. Karena guru juga memiliki banyak kegiatan, sehingga perlu ada pedoman agar semua karakter tetap diperhatikan dan diterapkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, penyusunan handbook bukan berarti menghadirkan kurikulum baru. Buku panduan tersebut hanya menjadi instrumen pendukung untuk menerjemahkan pendidikan karakter yang selama ini sudah ada agar lebih mudah dipraktikkan oleh guru maupun orang tua.

Ia menilai materi pendidikan karakter selama ini sering kali berhenti pada penyampaian teori dan parenting, sehingga dibutuhkan pendekatan yang lebih aplikatif agar nilai-nilai tersebut benar-benar menjadi kebiasaan dalam kehidupan anak.

Sebagai tahap awal, TP PKK Kota Semarang akan menguji coba penerapan handbook karakter Jawani di sekitar 350 pos PAUD yang berada di bawah pembinaan PKK sebelum diperluas ke PAUD lainnya.

“Insyaallah tidak hanya untuk PKK. Kita nanti akan uji coba mungkin di pos PAUD yang berada langsung di bawah koordinasi PKK. Ada sekitar 350 pos PAUD, mungkin kita utamakan di sana dulu sebagai proyek percontohan, kemudian berkembang ke PAUD lainnya,” pungkasnya. (rd)