JATENGEKSPOS.COM – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Laut Sedunia tahun 2026, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang menyelenggarakan kegiatan bersih pantai (beach cleaning) dan monitoring kawasan mangrove di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.
Kegiatan ini melibatkan manajemen dan pegawai Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, masyarakat setempat, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam.
Kegiatan diawali dengan aksi bersih pantai untuk mengumpulkan dan memilah sampah yang tersebar di kawasan pesisir sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan yang dapat mengancam kelestarian ekosistem pantai dan laut.
“Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian kami terhadap lingkungan terutama yang dekat dengan bandara,” ujar General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, Sabtu (20/6/2026).
Selain kegiatan bersih pantai, lanjut Sulistyo, peserta juga melaksanakan monitoring kawasan mangrove untuk melihat kondisi pertumbuhan dan kesehatan tanaman mangrove yang telah ditanam sebelumnya.
“Melalui kegiatan monitoring ini, kita kembali melihat perkembangan 7.000 bibit mangrove yang telah ditanam oleh Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang pada tahun 2025 di kawasan mangrove Mangunharjo,” jelasnya.
Monitoring dilakukan sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga keberhasilan program rehabilitasi pesisir sekaligus mendukung fungsi mangrove sebagai pelindung alami dari abrasi, penyerap karbon, serta habitat berbagai jenis biota.
Sebagai wujud komitmen berkelanjutan, Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang juga menyalurkan dukungan biaya perawatan lanjutan mangrove kepada petani setempat.
“Kami berharap dukungan ini dapat membantu menjaga tingkat keberhasilan pertumbuhan mangrove sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.” jelasnya.
Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan bergandengan tangan dalam upaya pelestarian lingkungan. Ia berharap langkah kecil yang dilakukan menjadi jejak kebaikan yang besar bagi alam dan generasi yang akan datang.
Kawasan Mangunharjo dipilih karena memiliki peran strategis sebagai wilayah pesisir yang menghadapi tantangan abrasi dan perubahan lingkungan.
“Keberadaan mangrove ini menjadi salah satu solusi alami yang efektif untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus meningkatkan ketahanan wilayah pesisir terhadap dampak perubahan iklim,” pungkasnya.










