JATENGEKSPOS.COM – Managemen proyek pengembangan kawasan terpadu Pakuwon membeberkan upayanya dalam mengerjakan pematangan lahan yang di dalamnya akan dibangun Pakuwon Mall Semarang.
General Manager Project High Rise Pakuwon Paulus Louw menjelaskan saat ini sedang dalam tahap awal persiapan berupa pematangan lahan dan belum melakukan pembangunan fisik gedung.
Paulus menekankan pematangan lahan menjadi bagian yang sangat penting dilakukan karena daerah yang akan dijadikan proyek pembangunan merupakan area yang rawan terhadap pergerakan tanah.
Paulus menegaskan bahwa dalam pematangan lahan yang saat ini dilakukan pihaknya didampingi oleh ahli di bidangnya. Salah satu arahan ahli yang utama adalah dengan menggunakan teknologi soldier pile pada pematangan lahan.
Adanya soldier pile ini diharapkan mampu menahan kestabilan lereng di sekitar area pematangan lahan yang dikerjakan. Nantinya, akan ada tujuh lapis soldier pile yang dipasang dengan diameter 1 meter dan 1,2 meter dengan dan panjang tiang bor 30-40 meter.
Pematangan lahan, lanjut Paulus, ditargetkan selesai akhir tahun 2026, sedangkan pembangunan kawasan terpadu ditargetkan selesai pada 2030-2031 mendatang.
Paulus menjelaskan soldier pile bukan pondasi, melainkan tiang yang dipasang untuk menahan tanah agar tanah pada sekitar area yang dikembangkan tidak bergerak sehingga diharapkan mengurangi rumah warga yang retak di sekitar lokasi.
Paulus juga menambahkan, lokasi Gombel Lama dipilih sebagai proyek pembangunan kawasan terpadu Pakuwon dinilai cukup unik karena memiliki pemandangan laut dan di saat yang bersamaan dapat menikmati sejuknya udara di ketinggian Kota Semarang.(rd)









