Kritik Tanpa Etika Bisa Picu Keresahan, Herlambang Ingatkan Tiyo Ardianto

A-AA+A++

JATENGEKSPOS.COM – Anggota DPRD Kota Semarang dari Partai Gerindra, Herlambang Prabowo, menanggapi pernyataan eks Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, yang belakangan menjadi sorotan publik. Menurutnya, kritik terhadap pemerintah merupakan hal yang wajar dalam negara demokrasi, namun perlu disampaikan secara konstruktif dan bertanggung jawab.

Herlambang mengatakan ruang demokrasi yang terbuka harus dimanfaatkan untuk menyampaikan gagasan, masukan, maupun kritik yang dapat mendorong perbaikan kebijakan. Namun, ia mengingatkan agar kritik tidak berkembang menjadi narasi yang justru menimbulkan pesimisme di tengah masyarakat.

“Kritik adalah bagian dari demokrasi dan tentu harus dihargai. Tetapi akan lebih baik jika kritik disampaikan dengan cara yang membangun dan mampu memberikan solusi,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah saat ini tengah menjalankan berbagai program pembangunan yang bertujuan memperkuat ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, berbagai kebijakan yang sedang berjalan perlu diberi ruang untuk menunjukkan hasilnya.

Ia menilai proses pembangunan tidak bisa dinilai secara instan karena banyak program membutuhkan waktu untuk memberikan dampak yang nyata. Oleh sebab itu, masyarakat perlu melihat berbagai persoalan secara lebih komprehensif.

“Setiap kebijakan pasti ada tantangannya. Yang penting adalah bagaimana kita bersama-sama mengawal dan memberikan masukan agar hasilnya semakin baik,” katanya.

Selain itu, Herlambang juga menekankan pentingnya menjaga etika dalam menyampaikan pendapat di ruang publik. Menurut dia, perbedaan pandangan merupakan hal yang lumrah, namun harus tetap disampaikan dengan cara yang santun dan menghormati pihak lain.

Ia menilai budaya diskusi yang sehat akan lebih bermanfaat dibandingkan saling menyerang atau mempertentangkan perbedaan pendapat.

“Perbedaan pandangan jangan dijadikan alasan untuk saling menjatuhkan. Justru dari perbedaan itulah kita bisa saling belajar dan menemukan solusi yang lebih baik,” tuturnya.

Herlambang juga mengingatkan bahwa masyarakat perlu melihat berbagai perkembangan secara seimbang. Selain mengkritisi kekurangan pemerintah, berbagai capaian yang dinilai positif juga layak mendapatkan apresiasi.

Menurutnya, sikap objektif penting agar ruang publik tidak dipenuhi narasi negatif yang berlebihan dan dapat memengaruhi optimisme masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Herlambang menyatakan dirinya terbuka untuk berdiskusi langsung dengan Tiyo Ardianto maupun kalangan mahasiswa lainnya. Ia menilai dialog merupakan cara terbaik untuk mempertemukan berbagai pandangan yang berbeda.

“Saya sangat terbuka untuk berdiskusi. Mahasiswa adalah kelompok intelektual yang memiliki peran penting dalam memberikan masukan bagi pembangunan bangsa. Mari kita berdialog dan bertukar gagasan untuk Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.

Ia berharap dinamika yang berkembang di ruang publik dapat menjadi momentum untuk memperkuat budaya demokrasi yang sehat, di mana kritik, masukan, dan dialog berjalan beriringan demi kepentingan masyarakat luas.

“Pada akhirnya, tujuan kita sama, yaitu membangun bangsa dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Karena itu, ruang dialog harus terus dijaga dan diperluas,” pungkasnya. (rd)

Terkait Tag

Terkait Katagori