JATENGEKSPOS.COM – Pemerintah Kota Semarang mempercepat penanganan Jalan Jembawan di Kelurahan Kalibanteng Kulon yang sempat ambles akibat banjir dan kerusakan tanggul. Setelah rehabilitasi tanggul oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana selesai, Pemkot kini fokus memulihkan akses jalan agar kembali dapat dimanfaatkan masyarakat dengan aman.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suwarto, mengatakan perbaikan tanggul yang menjadi kewenangan pemerintah pusat telah rampung. Tahap berikutnya adalah pembangunan kembali ruas Jalan Jembawan yang mengalami kerusakan cukup parah.
“Perbaikan tanggul oleh BBWS sudah selesai. Sekarang Pemerintah Kota Semarang akan melanjutkan penanganan jalan yang sebelumnya ambles agar akses warga kembali normal,” ujar Suwarto, Kamis (25/6/2026).
Ia menjelaskan, pengerjaan jalan akan dilaksanakan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang sesuai pembagian tugas antarperangkat daerah.
Menurut Suwarto, koordinasi antarlembaga menjadi kunci agar proses perbaikan berjalan efektif dan hasilnya dapat bertahan dalam jangka panjang.
Sementara itu, Kepala Disperkim Kota Semarang, Murni Ediati, memastikan Jalan Jembawan akan dibangun menggunakan konstruksi beton agar lebih kuat menghadapi potensi kerusakan di masa mendatang.
“Sesuai arahan Ibu Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti, jalan ini tidak hanya dikembalikan seperti semula, tetapi kualitasnya juga ditingkatkan agar lebih aman dan nyaman digunakan masyarakat,” katanya.
Pipie, sapaan akrab Murni Ediati, menjelaskan pekerjaan betonisasi akan memanfaatkan anggaran pemeliharaan yang telah disiapkan Disperkim.
Dengan konstruksi beton, pemerintah berharap umur jalan menjadi lebih panjang sekaligus mampu mengurangi risiko kerusakan apabila kawasan tersebut kembali terdampak cuaca ekstrem.
Ia menambahkan, kerusakan infrastruktur akibat banjir tidak hanya terjadi di Jalan Jembawan. Sejumlah jalan lingkungan di berbagai wilayah Kota Semarang juga membutuhkan penanganan serupa.
Namun demikian, proses perbaikan harus dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan penyelesaian infrastruktur sungai yang menjadi kewenangan BBWS Pemali-Juana.
“Sekitar 30 persen sungai di Kota Semarang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. Karena itu, kami harus terus berkoordinasi agar penanganan tanggul dan jalan dapat berjalan selaras,” jelasnya.
Pemkot Semarang berharap pembangunan kembali Jalan Jembawan dapat segera dimulai sehingga aktivitas warga yang sempat terganggu akibat kerusakan jalan dapat kembali berjalan normal.
Selain meningkatkan keselamatan pengguna jalan, perbaikan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat infrastruktur permukiman agar lebih tangguh menghadapi bencana hidrometeorologi.(rd)










