JATENGEKSPOS.COM, – Bupati Kendal, Dyah Kartika mendorong adanya kolaborasi antara Alfamart dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) untuk mendukung peningkatan perekonomian daerah.
“Kalau Alfamart kan swasta, tentunya bisa kolaborasi karena untuk bangun peningkatan perekonomian tidak hanya pemerintah saja, tapi dari swasta juga harus ada sinergi dan kolaborasinya,” ujarnya menanggapi isu pembatasan jumlah minimarket karena dibangunnya KDMP.
Secara terpisah, Manajer Alfamart Kendal, Abi Sulistianto mengatakan pihaknya selalu mengikuti dan menaati aturan dari pemerintah.
“Kami mengikuti apa yang menjadi aturan dari nasional, kita Alfamart berdiri melalui hukum dan perizinan yang lengkap,” katanya di Kendal, Selasa (26/5/2026).
Ia menjelaskan, pihaknya sudah sesuai aturan dan komitmen dalam pembukaan usaha baru, yakni berada di jarak lebih 200 dari pasar.
Mendes PDT Tepis Isu Penutupan Minimarket
Seperti yang sedang viral di media, beredar wacana pembatasan jumlah minimarket, seperti Alfamart dan Indomaret, karena diisukan dapat mengganggu operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Tidak menunggu lama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDT), Yandri Susanto, melalui unggahan di akun Instagramnya @yandri-susanto pada Rabu (25/2/2026), menepis isu penutupan gerai ritel modern.
Pihaknya menegaskan bahwa yang perlu dihentikan adalah ekspansi atau penerbitan izin baru bagi ritel modern, baik Alfamart maupun Indomaret.
“Minimarket-minimarket yang sudah ada, ya silahkan jalan. Indomaret, Alfamart yang sudah ada silahkan jalan, saya tidak pernah mengusulkan untuk ditutup,” katanya.
“Yang disetop itu izin baru, jangan sampai minimarket-minimarket ini sampai ke desa-desa dan bisa mematikan usaha-usaha rakyat di desa,” tambahnya.
Yandri menegaskan, keberadaan KDMP dipercaya bisa menguatkan ekonomi kerakyatan. Selain itu, dia menilai Pendapatan Asli Desa (PADes) setempat juga bisa ikut terdongkrak.
“Seolah-olah saya ingin menutup indomaret dan alfamart yang sudah ada, tidak!. Yang kita setop itu, maka saya menggunakan bahasa setop, setop ekspansi yang baru, setop izin yang baru, kita muliakan,” tegasnya.
“Kita sukseskan Koperasi Desa Merah Putih yang dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Keuntungannya nanti dan terutama untuk desa sekurang-kurangnya 20 persen keuntungan Kopdes kembali menjadi pendapatan asli desa.” bebernya seperti dalam unggahan akun resmi Instagram miliknya.(**)











