PDIP Semarang Kawal Kasus Dugaan Bullying Siswa SMP Nasima

Ibu Korban Dugaan Bullying di SMP Nasima Mengadu ke Fraksi PDIP
Ibu Korban Dugaan Bullying di SMP Nasima Mengadu ke Fraksi PDIP
A-AA+A++

JATENGEKSPOS.COM – Kasus bullying siswa yang diduga terjadi di SMP Nasima Kota Semarang mendapat perhatian dari Fraksi PDIP Kota Semarang. Pada Rabu siang, Fraksi PDIP menerima kedatangan Ristia, ibu dari Keichi Azka Anggara, yang mengaku anaknya menjadi korban dugaan perundungan dan pengeroyokan oleh tiga kakak kelas di lingkungan sekolah.

Kedatangan Ristia diterima langsung oleh tim inti Komisi D Fraksi PDIP Kota Semarang yang terdiri atas Michael, Lely Purwandari, dan Kusrin. Dalam pertemuan tersebut, Ristia menyampaikan kronologi yang menurutnya dialami sang anak hingga menyebabkan sejumlah luka pada tubuh korban.

Suasana haru mewarnai pertemuan saat Ristia menceritakan kondisi putranya. Ia mengaku tidak kuasa menahan tangis ketika menjelaskan peristiwa yang menimpa Keichi Azka Anggara.

Menurut penuturannya, korban mengalami luka memar dan lebam di berbagai bagian tubuh. Luka tersebut disebut terdapat di lebih dari delapan titik, meliputi kepala, wajah, dada, sisi kanan dan kiri tubuh, perut, kaki, serta tangan.

Selain menjelaskan kondisi korban, Ristia juga menyoroti keterlambatan informasi yang diterimanya dari pihak sekolah. Ia mengungkapkan bahwa keluarga korban tidak segera memperoleh pemberitahuan terkait kejadian yang dialami anaknya.

Dalam kesempatan itu, Ristia memperlihatkan sejumlah foto yang menunjukkan kondisi luka memar pada tubuh korban kepada anggota Komisi D Fraksi PDIP Kota Semarang. Dokumentasi tersebut menjadi bagian dari laporan yang disampaikan kepada para wakil rakyat.

Ristia berharap Fraksi PDIP Kota Semarang dapat membantu mengawal proses penyelesaian kasus tersebut. Ia juga berharap adanya upaya untuk mempertemukan dan menjembatani seluruh pihak terkait agar keadilan dapat diperoleh oleh korban.

Selain itu, ia berharap kasus dugaan perundungan oleh kakak kelas di sekolah tidak kembali terjadi sehingga lingkungan pendidikan dapat menjadi tempat yang aman bagi para siswa.

Menanggapi laporan tersebut, anggota Komisi D Fraksi PDIP Kota Semarang, Michael, menegaskan bahwa pihaknya serius dalam mengawal kasus dugaan perundungan yang melibatkan seorang siswa SMP Nasima Kota Semarang.

Menurut Michael, salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mendatangi SMP Nasima guna memperoleh informasi secara langsung sekaligus memperjuangkan kepentingan korban dalam perkara tersebut.

Tidak hanya itu, Ketua Fraksi PDIP Kota Semarang, Rahmukyo Adi Wibowo, disebut telah mengambil langkah cepat dengan melakukan koordinasi kepada sejumlah instansi terkait.

Beberapa pihak yang telah diajak berkoordinasi antara lain Polrestabes Kota Semarang, Dinas Pendidikan Kota Semarang, serta Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Semarang. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari koordinasi penanganan kasus bullying di Semarang.

Fraksi PDIP Kota Semarang menyatakan komitmennya untuk terus mengawal proses penyelesaian perkara tersebut hingga tuntas. Upaya pengawalan dilakukan melalui komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak yang memiliki kewenangan dalam penanganan kasus.

Melalui langkah tersebut, Fraksi PDIP Kota Semarang berharap seluruh pihak yang terlibat dapat memperoleh keadilan sesuai proses yang berjalan. Kasus ini juga diharapkan menjadi perhatian bersama agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di lingkungan sekolah.(abn)